Selasa, 07 Mei 2013

MENGAGUNGKAN DAN MENTAUGIDKAN ALLOH TA'ALA

tauhid 2Tauhid adalah perkara yang sangat agung, yang dengannya Allah menciptakan alam semesta ini, menurunkan kitab-kitab-Nya, mengutus para Rasul-Nya, menciptakan surga dan neraka, dan dengannya diharamkannya darah manusia.
أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام وحسابهم على الله
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan sholat dan menunaikan zakat.  Jika mereka telah melakukannya, maka darah dan kehormatannya terpelihara dariku kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka di tangan Allah Ta’ala
Namun orang-orang kafir, mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan sebenarnya, mereka merendahkan Allah dengan menjadikan-Nya tandingan dengan selain-Nya dalam hak-hak yang menjadi kekhususan bagi-Nya.  Mereka orang musyrik berdoa kepada selain Allah, meminta keberkahan, rezeki, jodoh dan dipalingkannya musibah, kepada selain Allah.  Bahkan, mereka menjadikan Allah memiliki anak dan istri.  Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.  Allah telah menjelaskan keadaan mereka dalam Firman-Nya:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya pada hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.)” ( QS. Az-Zumar : 67).
Ayat ini menjelaskan tentang keadaan orang musyrik yang mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenarnya.  Padahal Allah mempunyai qudrah yang agung yang mana langit-langit dan bumi berada dalam genggaman-Nya, semua tunduk kepada Allah.  Maka sepantasnyalah dzat yang mempunyai kemampuan dan kekuasaan demikian ini adalah paling berhak untuk diibadahi dan ditaati.
عن ابن مسعود أنه قال : ما بين السماء الدنيا والتي تليها مسيرة خمس مئة عام ومابين كل سماء مسيرة خمس مائة عام وما بين السماء السابعة والكرسي مسيرة خمس مئة عام وما بين الكرسي والماء مسيرة خمس مئة عام والعرش على الماء والله عز وجل على العرش يعلم ما أنتم عليه
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Jarak antara langit dunia dan langit berikutnya yakni sejauh perjalanan 500 tahun.  Jarak di antara setiap langit sejauh 500 tahun perjalanan.  Jarak antara langit yang ke tujuh dan kursinya Allah sejauh 500 tahun perjalanan dan jarak diantara kursi Allah dan air sejauh 500 tahun, sedang Arsy berada di atas air dan Allah Azza wa Jalla berada di atas Arsy dan Dia mengetahui apa saja yang ada pada kalian.
Hadits ini menunjukan tentang keagungan Allah Ta’ala dan ketinggian-Nya di atas semua makhluk-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya dari setiap amalan anak Adam dan Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi yang sangat besar dan sangat luas jaraknya, dan Dia-lah Allah yang lebih besar dari makhluk-Nya.  Karenanya, pantaskah kita memalingkan ibadah kepada selain-Nya? Padahal seluruh alam semesta mentauhidkan Allah Ta’ala, baik itu dari kalangan manusia, malaikat, langit dan bumi beserta isinya, matahari, bulan dan bintang semuannya memuji dan bertasbih mentauhidkan-Nya.

1. Para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam, mereka adalah orang-orang shalih dari penduduk dunia, mereka semua mentauhidkan Allah ‘Azza wa jalla
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:”Bahwasanya tidak ada Ilah(yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.(QS. Al-Anbiya:25)
2.       Para malaikat yang jumlahnya sangat banyak di langit, mereka semuanya bersujud dan bertasbih memuji Allah.  Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إني لأسمع أطيط السماء وما تلام أن تئط وما فيها موضع شبر إلا وعليه ملك ساجد أو قائم
Sungguh saya mendengar rintihan langit, dan tidaklah tercela jika dia merintih.  Dan tidaklah tempat sejengkal di langit kecuali ada malaikat yang bersujud atau sholat di atasnya
Diantara para malaikat , ada yang bertugas memikul arsy  yang malaikat ini sangat besar , meskipun demikian besarnya , mereka tak pernah bermaksiat kepada Allah Ta’ala, mereka senantiasa bertasbih memuji Allah Ta’ala dan mentauhidkan-Nya,
أذن لي أن أحدث عن ملك من ملائكة الله من حملة العرش إن ما بين شحمة أذنه إلى عاتقه مسيرة سبعمائة عام
“ Saya diizinkan untuk mengkhabarkan tentang salah seorang malaikat dari malaikat-malaikat Allah yang memikul arsy.  Sungguh jarak antara daun telinga dan pundaknya sejauh 700 tahun perjalanan
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya” (QS. Al-Mu’min/Ghafir: 7)
3.       Matahari, bulan, bintang, gunung, pepohonan, binatang dan burung-burung, mereka semua tunduk bersujud mentauhidkan Allah Ta’ala dan bertasbih memuji kebesaran-Nya sebagaimana Firman-Nya:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata dan sebagian besar daripada manusia”( QS. QS-Hajj: 18)
¨    Matahari, sebagaimana dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku ketika matahari tenggelam
قال النبي صلى الله عليه وسلم لأبي ذر حين غربت الشمس ( تدري أين تذهب ) . قلت الله ورسوله أعلم قال ( فإنها تذهب حتى تسجد تحت العرش فتستأذن فيؤذن لها ويوشك أن تسجد فلا يقبل منها وتستأذن فلا يؤذن لها يقال لها ارجعي من حيث جئت فتطلع من مغربها
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu tatkala matahari terbenam : “Tahukah kamu kemana matahari pergi? (ketika terbenam-pent) Jawab Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda: Maka sungguh matahari itu pergi hingga dia bersujud di bawah Arsy, dia meminta izin maka diizinkanlah dia dan hampir saja tiba waktunya dia bersujud maka sujudnya tidak diterima dan dia minta izin maka izinnya tidak diterima.  Dikatakan kepadanya, kembalilah dari arah kamu datang maka dia terbit dari arah terbenamnya.”
¨    Gunung dan burung-burung . Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ
وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ
“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia(Daud) di waktu petang dan pagi,dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul.Masing-masingnya amat ta’at kepada Allah”( QS. Shad : 18-19)
¨    Batu-batuan,
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ
“Dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah.”( QS. Al-Baqaroh : 74)
¨    Petir yang menakutkan tunduk mentauhidkan Allah Ta’ala dan bertasbih memuji kebesaran-Nya
Allah Ta’ala berfirman:
وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya”( QS.Ar-Ra’du :13)
¨    Bahkan makanan yang dimakan juga tunduk dan bertasbih dan memuji kebesaran-Nya .  tatkala para sahabat radhiyallahu ‘anhuma melihat mu’jizat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dimana air keluar diantara jari-jari Beliau. Salah seorang sahabat berkata :
كنا نسمع تسبيح الطعام وهو يؤكل
“ kami (para sahabat) mendengar tasbihnya makanan tatkala dimakan”
¨    Langit dan bumi dan semua makhluk yang ada di dalamnya bertasbih memuji kepada Allah, hanya saja kita tidak mengetahui tasbih mereka.
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
”Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan nertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”( QS. Al-Isra :44)
Bahkan alam semesta marah dan cemburu ketika melihat ulah manusia Melakukan kesyirikan, kekufuran dan kemaksiatan.
1.       Langit, bumi dan gunung marah ketika mendengar manusia mengatakan Allah mempunyai anak.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا. لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا.
تَكَادُ السَّمَوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
“Dan mereka berkata:”Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh” (QS. Maryam : 88-90)
Hampir saja langit, bumi dan gunung keadaannya demikian tatkala mendengar perkataan ini (Allah memiliki anak) dari kalangan pendosa dari bani Adam disebabkan karena langit, bumi dan gunung tersebut mengagungkan dan memuliakan Allah karena sungguh makhluk diciptakan untuk mentauhidkan Allah dan sesungguhnya Allah tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia, tak ada sekutu baginya.
2.       Burung Hud-hud pun cemburu dan marah ketika melihat manusia berbuat syirik kepada Allah. Tatkala burung hud-hud melihat Ratu Saba’ dan kaumnya menyembah matahari.Burung tersebut berkata kepada Nabi Sulaiman ‘alaihis salam.
Allah Ta’ala berfirman:
وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ
“Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk”( QS. An-Naml : 24)
perhatikanlah, burung hud-hud saja marah ketika melihat ulah manusia melakukan perbuatan syirik, tetapi kenapa banyak dari kaum muslimin bermasa bodoh melihat kesyirikan, mereka tidak cemburu melihat Allah dipersekutukan.  Apakah burung hud-hud lebih mulia sisi Allah daripada mereka? Bahkan di zaman sekarang ada orang yang membenci dengan ajakan kepada tauhid, bahkan dia merasa tersinggung ketika ditegur dari perbuatan kesyirikannya.  Maka ini adalah musibah besar yang menimpa kaum muslimin di zaman sekarang ini.
Seluruh alam semesta tak ada satu pun yang menyekutukan Allah.  Mereka semua   tunduk dan bertasbih dan memuji kepada Allah kecuali sebagian dari kalangan jin dan manusia, maka alangkah bodohnya orang yang mengaku beragama Islam tetapi masih melakukan berbagai macam kesyirikan, mereka berdoa kepada kuburan wali yang dikeramatkan. Memohon kepada jin-jin yang mereka agungkan, padahal permohonan mereka tidak mungkin dikabulkan.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ
“Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya”( QS. Al-hajj:73)

CARA BERSYUKUR YANG BENAR


1). Pertama adalah dengan HATI,
yakni mengembalikan semua nikmat kepada Allah , iman ( memahami agama dengan benar) dan senantiasa mengagungkan Kebesaran Nya.

Allah subhana wa Ta'ala berfirman :
.. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS, An-Nisa : 147)
2). Kedua adalah dengan LISAN dan PERBUATAN,
yakni selalu memuji-Nya dalam keadaan apapun. Dan mempergunakan nikmat-nikmat yang Allah berikan, baik nikmat sehat, nikmat waktu, nikmat pendengaran, penglihatan dsb, sesuai dengan segala hal yang Allah sukai dan Allah perintahkan dengan penuh keikhlasan.
Seperti itulah contoh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam,
Jika beliau dalam keadaan suka, seraya berucap," Segala puji bagi Allah, karena-Nya semua nikmat menjadi sempurna"
Bila beliau kondisi duka, beliau tetap berkata," Segala puji bagi Allah dalam keadaan apapun"
Allah subhana wa Ta'ala berfirman :
Ya Allah, berilah aku kekuatan syukur, sehingga aku dapat selalu mensyukuri seluruh nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, sehingga aku bisa selalu beramal saleh .." QS.Al-Ahqaf : 15
Betapa kita harus malu, dan banyak bersyukur kepada Allah subhana wa Ta'ala atas nikmat seorang mukmin, yang baginya segala ujian kebaikan dan keburukan tetap bernilai pahala (kebaikan) di sisi Nya .

Rasulullah SAW bersabda :
" Sungguh mengherankan perkara orang mukmin itu, seluruh perkara adalah BAIK baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin. Apabila ia diberi sesuatu yang menggembirakan dia bersyukur, maka hal itu menjadi baik baginya. dan apabila ia ditimpa suatu mudharat dia bersikap sabar, maka hal itu pun menjadikan baik baginya " (HR Muslim)

Semoga Allah subhana wa Ta'ala menjadikan kita semua sebagai hamba-Nya yang pandai bersyukur dalam setiap keadaan ...

PUISIKU

Ya Allah…
Kau telah menciptakanku dengan indah
Kau telah memberikanku kesempurnaan akal
Sehingga aku dapat melihat dan merasakan semua rahmat Mu
Serta karunia dari segala ciptaan Mu
Ya Allah...
Aku selalu bergetar jika mendengar nama Mu
Aku Takkan sanggup jika jauh dari Mu,
Karena itu menyengsarakan hatiku
Ya Allah...
Sering aku takut dengan azab Mu karena kelalaianku
Tapi entah kenapa aku sendiripun tak tahu
Kadang aku tergoda akan bujuk rayu nya
Yang menjauhkanku dari Mu
Ya Allah...
Setiap menjelang tidur ku selalu merasa takut
Takut tak punya waktu lagi untuk menyebutkan nama Mu
Apakah esok hari aku masih bisa mengagungkan nama Mu..